Izinkan ku berpusi
ketika bahasa eksposisi tak menembus tuli hati
atau justru terbalik
bahasa eksposisi terlalu memekik mengusik
Izinkan ku berbahasa simbol
bahasa yang tak memekakan
walau gagal tercerna yang tak peka
izankan ku berbahasa muhtasyabihat
tersirat, bercabang interpretasi
saat ini,
cukup aku, Dia yang mengerti
beserta yang memahami, mengamini
atau bahkan sama-sama berazam mendaki
menggali arah haqiqi
cendikiawan berpribadi...
Jogja, 17 April 2015
0 komentar:
Posting Komentar