Hujan
Temani aku berpuisi
Sambil mengingat dia yang senantiasa dihati
Meski belum sepenuhnya kumiliki
Namun begitu rutin menemani
Hujan,
Andai rintikmu, dia, dan aku kini bersama
Akan ku dengar semua cerita
Ku panggil segelas panasnya coklat
Tuk menambah kesederhanaan cinta yang hangat
Hujan,
Teruslah tercurah
Suaramu membuatku lupa akan gelisah
Sejukmu merangkulku mengusir gundah
Hanya kau yang bisa membuat suasana seperti ini
Suasana damai dan sepi
Sejenak menepis riuh hari
Menghayati setiap tarikan nafas dari Ilahi..
Hujan,
Boleh kah aku bertanya
Kau berteman dengan siapa?
apakah pohon-pohon yang kau sirami?
Debu-debu yang kau basahi?
Atau pelangi yang menghias cantik di langit yang tinggi?
Sampaikan pada meraka
Bersyukurlah memiliki teman sepertimu
Tanpa pamrih kau ncampur rindu dan sendu
Menjadi suasana yang syahdu
Satu lagi hujan,.
Aku titip salam untuk penciptamu
Katakan padanya, terimakasih terdalam dari kalbu
Dia telah membuatku haru
Atas semua cinta diatas bumi, di bawah langit biru
Semoga saja, kelak aku dapat menatap wajah-Nya, bertemu..
KAMADA, 28 November 2017

0 komentar:
Posting Komentar