terdampar ku di pulau kelam
terperosok lubang muslihat anak adam
terjebak labirin rekayasa yang kejam
melelahkan..
mencampakkan adalah halal
dzahir batin telah lebam
terbidik pelampiasan
timbunan dunianya yang menekan
sorot mata itu
melambaikan tangan
menyerah pada belitan silam
tak bertenaga
mengasa uluran penawar sunyi
membuka gerbang dunia baru
bercak luka terlanjur lumur
menghapusnya tak sederhana
noda begitu merusak
mengacau lukis penuh corak
ah.,
sudahlah..
ku mengeja serpihan reruntuhan
tuhan menatapnya sembari tersenyum
ringan saja ku menimpali
ahirnya ku dan tuhan tersenyum bersama
menertawakan dengan sederhana
ternyata memang sederhana
noda mengering, mengendap
mengendap-endap turut mewarnai hari
biarlah.,
sengaja ku larutkan
menghias noda
membentuk pola
berkuas keihlasan
berbingkai pemaafan
masa depan tetaplah perawan
kesuciananya membentang
menuntaskan juang
menyambut kekumalan ini
bangkit, berlayar kembali...
Simeru JPMIPA, 22 Agustus 2016
0 komentar:
Posting Komentar