Selasa, 30 Januari 2018

Berlayar Kembali



terdampar ku di pulau kelam

terperosok lubang muslihat anak adam

terjebak labirin rekayasa yang kejam

melelahkan..


mencampakkan adalah halal

dzahir batin telah lebam

terbidik pelampiasan

timbunan dunianya yang menekan


sorot mata itu

melambaikan tangan

menyerah pada belitan silam

tak bertenaga

mengasa uluran penawar sunyi

membuka gerbang dunia baru


bercak luka terlanjur lumur

menghapusnya tak sederhana

noda begitu merusak

mengacau lukis penuh corak


ah.,

sudahlah..



ku mengeja serpihan reruntuhan

tuhan menatapnya sembari tersenyum

ringan saja ku menimpali

ahirnya ku dan tuhan tersenyum bersama

menertawakan dengan sederhana

ternyata memang sederhana


noda mengering, mengendap

mengendap-endap turut mewarnai hari

biarlah.,

sengaja ku larutkan

menghias noda

membentuk pola

berkuas keihlasan

berbingkai pemaafan


masa depan tetaplah perawan

kesuciananya membentang

menuntaskan juang

menyambut kekumalan ini

bangkit, berlayar kembali...


                                         Simeru JPMIPA, 22 Agustus 2016

0 komentar:

Posting Komentar