pernah ku begitu lancang
ingin memeluk
memeluk dengan tubuh ini
tanpa tau diri
diri begitu keji
tuk bersanding denganmu yang suci
diam-diam ku juga berusaha menelanjangimu
dengan akal
dengan logika
dengan dialektika
siapa tau ku lebih jauh mengenal
akrab bergumul
dengan senyummu
dengan akalmu
bahkan dengan lekuk tubuhmu
hingga ku peluk
ku cumbu
sepuas hati
tapi semua sirna
akal ini berbisik
aku ada karena akal berbisisk
aku sadar
aku hanyalah kesadaran
terpercik darinya yang memercik
semakin ku mendekatimu dengan akal
semakin rumit ku mendefinisikan
semakin ku mendefinisikan
semakin sulit aku memelukmu
lelah mengejarmu
jasadku terlalu kotor untukmu yang tak bernoda
akalku terlalu sempit tuk memahamimu yang tak berdimensi
hingga sebelum cahaya
sepertiga malam menjemputku
disana ku hanyut
bersatu , memeluk seerat-eratnya
menyerah pada cinta..
Darunnajah, 27 Juli 2016
0 komentar:
Posting Komentar