22 Maret 2016
Islam adalah agama tauhid[1],
meniadakan kekuatan yang dapat mendominasi selain dari Allah SWT[2].
Implikasinya adalah persamaan derajat manusia dihadapan manusia, sedangkan di
hadapan Tuhan derajat manusia terklasifikasi berdasarkan takwa[3].
Takwa merupakan metode yang di informasikan Tuhan bagi mahluknya untuk
memperoleh keselamatan[4], pengampunan dosa[5],
jalan keluar, rizki, kemudahan, balasan kebaikan yang berlipat [6],
dan keberkahan[7].
Manusia yang bertakwa hidup tidak dalam
kesombongan dan membuat kerusakan di muka bumi[8].
Kesadaran sebagai agen Tuhan[9], kepsrahannya[10]
memotivasi untuk bertindak sesuai dengan apa yang di kehendaki Tuhan[11].
Hidup berdasarkan kehendak Tuhan, bukan berarti menjadikan orang-orang yang
bertakwa terkekang, terpasung dengan aturan yang membelunggu[12].
Tuhan memberikan aturan selaras dengan kebutuhan manusia dan menjadi kabar
gembira bagi yang beriman[13]. Tuhan sebagai inisiator keberadaan
manusia dan mahluk lainya, tentu memiliki pengetahuan yang sempurna[14]
tentang kebutuhan mahluk untuk mencapai kondisi ideal, yakni kondisi sebagaimana
sifat asal, asli, dan suci (fitrah)[15].
Agen Tuhan di muka bumi berkewajiban mengubah
segala sesuatu yang menyimpang dari fitrah dalam rangka memakmurkan bumi. Tugas
berat ini menjadi konsekwensi logis sebaik-baik penciptaan[16]
, kelebihan yang sempurna[17], dan keberanian untuk menyanggupi amanah
ketika yang lain menolak[18].
Allah SWT bukan lah satu-satunya tuhan bagi
manusia. Banyak tuhan-tuhan tandingan yang lebih di cintai [19].
Ada yang menjadikan kekuasaan sebagai tuhan, sex sebagai tuhan, uang,
istri, anak, dan lain sebagainya. Bahkan tidak jarang mahasiswa yang menjadikan
IPK (Indeks Prestasi Komulalif) sebagai tuhan, sehingga hanya untuk meraih IPK
yang di inginkan, segala macam cara di halalkan, termasuk berpaling dari Allah
SWT dengan meremehkan perintah dan larangan-Nya. Berhala yang tidak kalah
banyak adalah gadget. Akibat hanyut dalam kecanggihan teknologi,
manusia mengalami kehampaan ketika sehari tidak bergumul dengan tuhan tandingan
yang begitu di cintainya tersebut. Penyimpangan fitrah ini tentu berdampak
rusaknya tatanan yang sejatinya Allah SWT ciptakan dengan proporsional[20].
Alquran sebagai kitab yang lestari[21],
sejak di wahyukan kepada Muhammad SAW selalu menggemakan suara-suara solutif[22].
Termasuk untuk melawan bentuk-bentuk penyimpangan fitrah yang kita kenal saat
ini. Sayangnya, isyarat perlawanan terhadap penyimpangan fitrah yang berbuntut
pada penindasan-penindasan menjadi kabur di mata umat islam. Hal ini seiring
dengan semakin jauhnya umat islam dengan Alquran.
Empat belas abad silam Alquran telah berbicara
tentang paham-paham bathil yang kini di kenal. Sifatnya yang merusak di
sebabkan menjauhkan kehidupan dari fitrahnya. Maka sudah sepatutnya umat islam
menjadikan Alquran sebagai teori, motivasi untuk aksi perubahan. Contohnya
adalah penolakan terhadap atheisme[23], ayat anti materialisme[24],
ayat anti kapitalisme[25], ayat anti hedonisme[26],
ayat anti diskriminasi[27], Ayat anti pragmatisme[28],
ayat anti sekulerisme[29], ayat anti eksploitasi[30],
ayat anti Individualisme[31], dan ayat anti totaliarianisme[32].
Sejatinya semua ayat, baik tekstual (qauliyah)
yang di firmankan, maupun kontekstual (kauniyah) yang terhampar di alam semesta
adalah isyarat perlawanan terhadap penyimpangan fitrah. Ayat-ayat tersebut jika
di baca dan di kontemplasikan akan mengantarkan
pada ma’rifatullah. Yakni, suatu kondisi mengenal zat tempat kembali
segala sesuatu. Ma’rifati inilah yang menjadi kesadaran haqiqi dan
menggerakan, merevolusi segala penyimpangan fitrah. Wallahu a’lam
bishowab.
------------------------
[1] Al Ihlas, Al Fatihah: 5, An Nahl: 2,
36, Asy Syura: 11, Al Baqarah 163, 255, Al Imran: 2, 18, An Nisa:
87, Al Maidah: 73, Al An’am: 102, 106, Al A’raaf: 65, 73, 85, 158,
Taubah: 31, 129, Yunus: 90, Hud: 13, Ar Ra’d: 30, Thaha: 8, 14, 98, Al Anbiya:
25, 87, Al Mukminun: 23, 32, 91, 116, Al Qashas: 70, 88, Fatir: 3, Shad: 65, Az
Zumar: 6, Ad Dukhaan: 8, At Taghabun: 13
[2] At-Thalaq: 12, Al Ahqaf :33, Mulk: 1,
Asy-Syura: 11, Al Baqoroh: 20, Hud: 107
[3] Al Hujurat: 13, Al Baqarah: 212
[4] An Naml: 53,
[5] Al Anfal 29
[6] At Thalaq: 2-5
[7] Al A’raaf: 96
[8] Al Qashas: 83
[9] Al Baqarah: 30
[10] Fushilat: 33, Al Hajj: 34
[11] Al Baqarah: 285, Al Hajj: 34
[12] Taha: 2
[13] Al Araf: 188, Al Baqarah: 223, Al An’am:
48, Al Anfaal:10, Hud: 69, Al Hijr: 54,55, An Nahl: 89, 102, Maryam: 7,
97, Al Hajj: 34, 37, Al Furqaan: 22, 48, 56, An Naml: 63, Luqman: 7,
Yasiin: 11, As Saffat: 112
[14] Al Hadid: 3, AL Baqarah: 29
[15] Ar Rum: 30
[16] At Tin: 4,
[17] Al Israa: 70
[18] Al Ahzab: 72
[19]Al Baqarah: 165
[20] Al Mulk: 3
[21] Al Hijr: 9
[22] Al Baqarah: 2, 185, Yunus: 57, An Nahl: 89,
Al Isra: 9, Al Ankabut: 51,
[23] Maryam: 65, Al Ikhlas
[24] Al An’am: 50, At –Takasur, At-Taghaabun:
14-18, Al Humazah
[25] Al Qalam: 17-33
[26] Al Jathiya: 23, Al Qashas: 77
[27] Al Maidah: 8, An Nahl: 90, Al Hujarat: 11,
At Thaha:112, Al Baqarah: 165
[28] An Nisa: 165-166, QS Fushshilat : 53
[29] Al Baqarah: 208-209
[30] Ar Rum:41, Al Anbiya: 107, Al A’ raaf: 56
[31] At Tahrim:6, Al Imran: 103-105
[32] Qashas: 4, Ibrahim: 15, Yunus: 83,
Qashas: 4, Al Fajr: 11, Al Ghafir: 35, Yunus: 83, Hud: 59

0 komentar:
Posting Komentar