Selasa, 30 Januari 2018

Ramalan Buya tentang Arab



Yogyakarta, 14 November 2017



Belakangan, santer terdengar bahwa pangeran Arab yang bernama Muhammad bin Salman ingin merubah arab saudi menjadi negara yang moderat. Putra mahkota tersebut mencanangkan reformasi dan menjadikan petro dolar terbuka terhadap dunia dan semua agama. Kepada media pangeran menyatakan bertekad untuk menghapuskan sisa-sisa ekstrimisme dengan segara. Dalam Sebuah konferensi ekonomi Riyadh (24/10),  laki-laki 32 tahun yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan urusan Ekonomi dan Pembangunan tersebut  menjelaskan bahwa kami (Saudi Arabia) ingin hidup normal. Sebuah kehidupan agama yang diwujudkan menjadi toleransi, menjadi tradisi keramahan kami.
Fenomena di atas sudah terbaca dan dengan yakin buya Safii meramalkan. Dalam tanggapannya terhadap beberapa penulis yang tertuang dalam buku Politik Identitas dan Masa Depan Pluralisme Kita, buya menuliskan:
Sejak beberapa dasawarsa yang lalu, Saudi Arabia telah membungkam mazhab lai selain Wahabisme. Bahkan berkat Petro dolar, Islam dalam jubah wahabisme dikatakan sebagai Islam satu-satunya. Pemikiran keagamaan yang dikerangkengkan dalam pasungan kekuasaan lambat atau cepat tak akan bertahan lama, pasti akan mencari jalan keluar untuk menghirup udara kebebasan. Jiwa dan akal merdeka manusia tidak bisa berlama-lama dibenam dalam ketertindasan teologis dan politis.

Buya melanjutkan:
Dalam kasus ini, politik identitas agama untuk meraih kebebasan menemukan pembenarannya. Setelah dibebaskan dari Vatikan yang ingin direformasinya itu, misalnya, Hans justru memperoleh sambutan dunia bebas dengan sukacita, apalagi dengan Global Ethic Foundation yang didirikannya sejak beberapa tahun yang lalu, ia telah semakin mengukuhkan namanya sebagai pemikir religius bebas.

Dari pemaparan buya yang ditulis pada tahun 2010 tersebut dapat ditangkap bahwa, tidak hanya Saudi Arabia telah diramalkan tidak lagi menjadi negara tertutup, namun juga Vatikan. Menyusul sistem komunis yang dianut Uni Soviet yang telah bangkrut berbarengan dengan Perang Dunia II.

Kita tunggu saja, apakah ramalan buya benar-benar terbukti?

0 komentar:

Posting Komentar