Galur, 22 Januari 2015
Dua puluh tujuh Rabi’ul awal hingga 1 Rabi’ul
Akhir 1436 H atau bertepatan dengan tanggal 18 - 22 Januari 2015 M Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Fakultas Teknologi Industri (FTI)
bersama Komisariat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam / Jurusan
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA/JPMIPA) Universitas Ahmad
Dahlan Yogyakarta melangsungkan Darul Arqam Dasar (DAD) yang antusias di ikuti
oleh 32 peserta. Pengaderan formal tingkat pertama tersebut merupakan prosedur untuk
menjadi anggota biasa IMM dan salah satu syarat khusus untuk bisa menjadi
Pimpinan Komisariat IMM.
Tema yang di usung adalah menyiapkan Generasi
Penerus Ikatan Berbasis Trilogi IMM sebagai Upaya Beramar Ma'ruf Nahi Mungkar.
Darul Arqam yang berarti Rumah Arqam terinspirasi dari Rasulullah yang
menjadikan rumah Arqam bin Abi al Arqam sebagai rumah pengaderan atau madrasah
pertama Islam yang mampu menghasilkan generasi terbaik.
“Tujuan DAD tidak hanya sebagai salah satu
pengaderan formal di IMM, khususnya di tingkatan komisariat. Tetapi melalui DAD
kita bisa menyiapkan dan membangun pribadi-pribadi yang akan menjadi penerus
dalam kepemimpinan selanjutnya. Berbasis Trilogi; humanitas, intelektualitas
dan religiusitas sebagai profil untuk beramar ma’ruf nahi mungkar, baik dalam
lingkup mahasiswa maupun masyarakat “, ujar ketua panitia IMMawan Nurwahyuddi
ketika di tanya mengenai tema yang dipilih.
“Saya terkesan pada panitia yang begitu
semangat menyiapkan DAD, mungkin karena mereka sedang menyiapkan kader-kader
penerus, pengganti agar lebih baik”, imbuh mahasiswa kelahiran Timor Timur
tersebut.
“Komisariat bisa lebih menindak lanjuti bagaimana
paska DAD. Tetap semangat dan selalu menjaga komunikaasi, hingga teman-teman extrainer
DAD bisa lebih intens dalam keterlibatan dalam komisariat”, harap IMMawan Fuad
Amsyari selaku instruktur pimpinan cabang IMM Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta.
“Saya akan memperbaiki sikap saya, berusaha lebih
berpikir kritis, membantu berlangsungnya IMM FTI dalam mencapai tujuannya” jelas
IMMawan Nanang sebagai salah satu peserta DAD.
Pada hari ke-4 pelaksanaan DAD, panitia dan
peserta menerima kunjungan IMMawan Sucipto, M.Pd.B.I. dan IMMawati Yuniar
Wardani, S.KM.,MPH., selaku Pembina IMM, Drs., Hendro Setyono, SE, M.Sc. Hendro
selaku pimpinan Biro Mahasiswa dan Alumni serta Drs., H. Abdul Fadlil, M.T.,
Ph.D. selaku Wakil Rektor III UAD. Pada kesempatan tersebut peserta mendapat
apresiasi dan motivasi untuk terus berproses dan berjuang di IMM, yang mana
kader-kader IMM secara otomatis di proyeksikan menjadi pemimpin-pemimpin
Muhammadiyah di masa yang akan datang.
Ismail Taufiq,S.IP dalam sambutan mewakili
Pimpinan Cabang Muhammadiyah Galur (Kulonprogo) saat penutupan DAD menyampaikan
bahwa kader - Kader IMM harus mampu tumbuh dan berkembang dimana saja
berada. Beliau juga menjelaskan tiga karakter yang harus di hayati oleh IMM
sebagai gerakan intelektual, yaitu bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja
Ikhlas. Mantan sekretaris Bidang Kader Dewan pimpinan Pusat IMM tahun 1997/1998
tersebut berpesan agar jangan pernah ragu memperjuangkan Islam dengan ManhajMuhammadiyah. Kemudian beliau berterimakasih dan turut bergembira karena
panitia berkenan menjadikan daerahnya menjadi tempat lahirnya kader-kader baru
Muhammadiyah. Sebelum mengakhiri sambutanya, beliau meminta doa terkait wacana
pendirian gedung pengaderan di daerahnya
0 komentar:
Posting Komentar